PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN: TPS RAMAH LINGKUNGAN DI PEJATEN TIMUR

Universitas Mitra Bangsa bekerja sama dengan Universitas Sahid melaksanakan program pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga di RT 11 RW 08, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Program ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah melalui penerapan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ramah lingkungan sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan survei lokasi untuk menilai kondisi aktual di lingkungan RT 11 RW 08. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah dan mengurangi sampah, penyuluhan teknis terkait pembuatan kompos dan pemanfaatan sampah, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Tim pengabdian masyarakat juga menyediakan berbagai alat dan fasilitas untuk mendukung penerapan TPS ramah lingkungan.

Program ini dipimpin oleh Haris Aulia Rahman, A.Md. Par., S.M., M.M., bersama tim dosen Indri Astuti, S.Pd., M.Pd., M.M., dan Purnomosutji Dyah Prinajati, S.T., M.T. Selain itu, dua mahasiswa, Unggul Anugrah Pangestu dan Fadli Ramadhan, turut mendampingi warga dalam setiap tahap kegiatan.

Melalui pendekatan langsung, warga memperoleh pemahaman praktis tentang pemisahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos skala rumah tangga, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Pembentukan kelompok penggerak lingkungan di tingkat RW juga mendorong warga untuk memantau dan mengelola TPS secara mandiri, sehingga program ini diharapkan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dengan dukungan pendanaan pemerintah dan kolaborasi antaruniversitas, masyarakat Pejaten Timur diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Share the Post:

BERITA TERBARU